Perbedaan Asteroid, Komet dan Meteorid
Dalam pandangan Near Earth Obyek Program NASA, asteroid ialah benda berbatu yang ukurannya relatif kecil serta tidak aktif dan mengorbit Matahari.
Komet, mempunyai ukuran relatif kecil, namun kadang adalah satu benda aktif yang menguapkan es yang dipunyainya saat terserang cahaya matahari dan membuat atmosfir (coma) yang terbagi dalam atas debu serta gas. Kadang, karena komet bergerak cepat sekali, karena itu terciptalah ekor yang terdiri dari debu serta atau gas.
Sedang Meteorid ialah partikel kecil yang lepas dari komet atau asteroid. Antara ke-3 benda ini, asteroid ialah benda yang sangat menarik untuk didalami beberapa periset.
Seperti diketahui, sampai sekarang ini, periset belum bisa pahami semuanya bagaimana kehidupan awal tercipta dari zat organik yang tidak hidup, dapat berkembang dan tumbuh di Bumi. Dari pelajari asteroid, bisa diketahui info serta keterangan semakin banyak.
Seperti tercantum pada Fox News, 30 Juni 2011, asteroid seperti 2 Pallas serta 10 Hygiea, yang dipercaya sempat mempunyai air, terlihat mempunyai senyawa organik (berbasiskan karbon) didalamnya.
Pada sekarang ini, asteroid itu memiliki formasi kimia yang semakin primitif (jadul)bila dibanding dengan Bumi. Keadaannya sama atau seperti dengan di saat tata surya kita masih baru tercipta. Opini ini disebutkan oleh Carol Raymond, Deputy Principal Investigator NASA. Ia menjelaskan jika dengan pelajari asteroid, bisa diketahui bagaimana kehidupan dapat tampil di planet ini.
Raymond mengatakan, ada banyak situasi yang jadikan Bumi benar-benar aman buat kehidupan di waktu dulu. "Disamping itu, periset memiliki pendapat jika asteroid yang datang di Bumi pada jaman jaman dulu sudah memberi materi pembentuk yang menolong mengawali kehidupan di planet ini," katanya.
